Menjadi Perempuan Indonesia Harus Kreatif

294f8f8c-0db4-4513-af2b-31019e35a427Bangga Menjadi Perempuan Indonesia

Jika ditanya apakah kalian bangga menjadi perempuan Indonesia? Saya akan menjawab, tentu saja bangga. Kenapa tidak? Indonesia sudah merdeka.  Meski perjuangan merebut kemerdekaan harus melalui pertumpahan darah, penyiksaan, perbudakan, hingga merenggut banyak nyawa. Semoga para pahlawan yang telah gugur mendahului kita, diberikan tempat terbaik oleh Tuhan. Mengheningkan cipta mulai. *hening

Saya bangga menjadi perempuan Indonesia, meski kesetaraan gender belum benar-benar berlaku di negara ini. Tapi itu semua tidak menampik bahwa negara Indonesia pernah di pimpin oleh seorang Perempuan, yakni Ibu Megawati Soekarno Putri. Itu semua sudah cukup membuktikan bahwa perempuan layak menduduki jabatan tertinggi di negeri ini.

President_Megawati_Sukarnoputri_-_Indonesia

https://www.google.com/search?q=foto+megawati+soekarno+putri&client=firefox-b&source=lnms&tbm=isch&sa=X&ved=0ahUKEwi8kLC26tPTAhWCwbwKHdrzCfgQ_AUICigB&biw=1366&bih=657#imgrc=R_uulewtJmMiIM:

 

backgrounddaun

Sosok Perempuan Hebat

Bagi saya R.A Kartini adalah sosok perempuan hebat. Beliau adalah pelopor kebangkitan perempuan pribumi. Perhatiannya tidak hanya semata-mata soal emansipasi wanita, tetapi juga masalah sosial umum. Kartini melihat perjuangan wanita agar memperoleh kebebasan, otonomi dan persamaan hukum sebagai bagian dari gerakan yang lebih luas. Kartini menikah pada tanggal 12 November 1903. Suaminya mengerti keinginan Kartini dan Kartini diberi kebebasan dan didukung mendirikan sekolah wanita di sebelah timur pintu gerbang kompleks kantor kabupaten Rembang, atau di sebuah bangunan yang kini digunakan sebagai Gedung Pramuka.

sekolah kartini

https://www.google.com/search?q=sekolah+yang+didirikan+kartini&client=firefox-b&source=lnms&tbm=isch&sa=X&ved=0ahUKEwj82OT_ytbTAhVLvI8KHe1mBsEQ_AUICigB&biw=1366&bih=657#imgrc=0n-ValqyEsgObM:

Pada surat-surat Kartini tertulis pemikiran-pemikirannya tentang kondisi sosial saat itu, terutama tentang kondisi perempuan pribumi. Sebagian besar surat-suratnya berisi keluhan dan gugatan khususnya menyangkut budaya di Jawa yang dipandang sebagai penghambat kemajuan perempuan. Dia ingin wanita memiliki kebebasan menuntut ilmu dan belajar.

Surat-surat Kartini banyak mengungkap tentang kendala-kendala yang harus dihadapi ketika bercita-cita menjadi perempuan Jawa yang lebih maju.

00000

https://www.google.com/search?client=firefox-b&biw=1366&bih=657&tbm=isch&sa=1&q=ra+kartini&oq=ra+kartini&gs_l=img.3…707017.711684.0.711946.0.0.0.0.0.0.0.0..0.0….0…1.1.64.img..0.0.0.Q9k-f3DUFJI#imgdii=c5HRq5WXpO-SQM:&imgrc=N7_8lvbdta2JWM:

0000000000

Menjadi Perempuan Indonesia yang Kreatif

Disini saya akan berbagi pengalaman awal mula saya memilih profesi penjahit.

3 tahun lalu saya masih tercatat menjadi siswi kelas 3 di sebuah SMA swasta di kota Metro. Di saat semua teman saya sibuk dengan pendaftaran SNMPTN, saya hanya sibuk menanyakan dimana mereka akan mendaftar, tanpa saya ikut mendaftar.

Saya telah melewatkan SNMPTN, satu-satunya kesempatan seumur hidup yang tidak mungkin akan saya jumpai di masa depan. Padahal saya merasa nilai-nilai rapor saya tidak cukup buruk untuk mendaftar SNMPTN. Kedua kalinya saya melewatkan kesempatan mengikuti ujian SBMPTN. Bukan. Bukan karena saya tidak berminat untuk melanjutkan ke perguruan tinggi. Tapi ada perbedaan pendapat antara saya dan Ayah. Dimana beliau-yang seorang engineer-menginginkan saya untuk mengikuti jejaknya. Saya diminta untuk mengambil IT. Dengan serta merta saya menolak permintaan tersebut, sudah cukup 2 tahun bagi saya terjebak dalam kelas yang seperti penjara-bagi saya. Saya tidak mau lagi jika harus merasakannya di 4 tahun ke depan. Saya tidak ingin merasa terkekang di masa perkuliahan, apalagi mengambil jurusan yang sama sekali bukan minat saya. Sedangkan saya sendiri memiliki ketertarikan untuk kuliah di jurusan Sastra Indonesia. Beliau tertawa meremehkan mendengarkan penuturan saya yang ingin mengambil Sastra Indonesia. “Mau kerja apa lulusan Sastra Indonesia? Mendingan IT, peluang kerjanya besar.” Saya sempat berpikir bahwa pemikiran beliau amat kolot-namun karena beliau Ayah saya, saya tetap menghormati pendapatnya- justru saya mencari jurusan yang jarang diminati. Sehingga nantinya saya lebih bisa mengeksplor minat saya pada jurusan tersebut. Saya hanya takut ketika saya mengikuti permintaan beliau, saya hanya merasa terpaksa lantas tak bisa belajar dengan semaksimal mungkin. Semboyan yang saya terapkan, “Kuliah bukan untuk coba-coba.”

Karena tidak ada yang mau mengalah, akhirnya setelah lulus, saya memutuskan untuk mondok di sebuah pondok pesantren di Jakarta Timur. Saya ingin memfokuskan diri ini pada Tuhan yang telah menciptakan saya. Sekaligus obat untuk menetralisir perasaan gundah, akibat belum melanjutkan kuliah.

Disini saya harus belajar mandiri. Tapi kabar baiknya, saya menemukan 3 orang yang menjadi  saya hingga sekarang. Ada Lulu, si perempuan jangkung perkasa dengan suara bariton. Tampangnya memang sangar, tapi dia masih perempuan kok! By the way, sekarang perempuan tomboy ini sudah menikah, bahkan sedang mengandung anak pertamanya. Wah! So proud of you 🙂

15894868_726426777516444_5702579492009289000_n

Di ambil dari akun facebook pribadi.

Lalu ada Ajeng. Umurnya berada di bawah saya, tapi badannya WOW!

17342905_1841919146070873_3504044674833863655_n

Di ambil dari akun facebook pribadi.

Yang terakhir ada Mbak Ayu. Mbak Ayu ini sudah seperti ibu bagi saya saat di pondok. Orangnya baik, royal, friendly. Yang paling tidak bisa dilupakan darinya adalah dia perempuan paling jahil se-asrama.

15977458_1814812122122243_1131182928726285815_n

Di ambil dari akun facebook pribadi.

Mereka bertiga adalah perempuan hebat bagiku. Aku bersyukur Tuhan mempertemukan kami berempat dalam ikatan yang erat.

Singkat cerita, setelah selesai beberapa bulan menimba ilmu agama di pondok, saya pun memutuskan untuk kembali ke habitat saya, Lampung. Saya kembali di landa kegundahan. Hingga suatu hari ada acara televisi yang membahas tentang fashion. Saya berpikir, bagaimana caranya supaya bisa memiliki ketrampilan yang bisa berguna bagi masyarakat luas. Akhirnya, saya di ajak ke LKP Ratna Karya. Dan mendaftar kursus menjahit. Awalnya saya merasa canggung, dan sulit untuk mempelajari gerak mesin yang terlalu cepat. Ataupun minyak mesin yang melumuri tangan.

Beberapa hari, kaki sudah mulai lincah untuk bermain dengan mesin, begitu pula jari yang sudah jarang tertusuk jarum. Masuk ke tahap materi.

0000000

https://www.google.com/search?q=pOLA+BAJU&client=firefox-b&source=lnms&tbm=isch&sa=X&ved=0ahUKEwic1M68xNbTAhWCpY8KHdo_Db0Q_AUICigB&biw=1366&bih=657#imgrc=DNs1XG2M6AC9CM:

Saya di ajarkan berbagai macam membuat pola baju. Mulai dari mengukur, menghitung, hingga merancang bahan. Semuanya di pelajari di sini. Saya orangnya lebih senang praktek. Alhasil baru sebulan kursus, volume baju di lemari meningkat drastis.

Dan berikut adalah beberapa baju hasil jahitan.

_gkpAHa_

Di ambil dari koleksi pribadi.

Dan saat memperingati Hari Kartini pada tanggal 21 April pun sekolah mengadakan festival yang mengharuskan murid perempuan memakai kebaya. Imbasnya saya tidak bisa menolak rezeki yang datang. Di bawah ini adalah beberapa baju kebaya yang saya jahit sesuai permintaan pelanggan.

AU-Y_i27

Di ambil dari koleksi pribadi.

Rasa syukur tak hentinya saya ucapkan ketika menerima uang dari hasil jerih payah sendiri. Karena yang selama ini saya lakukan adalah menadah pada orangtua. Rasa sadar pun menghantui diri ini yang dulu suka berfoya-foya tanpa tahu sulitnya mendapat uang.

Saya berharap lebih banyak lagi perempuan yang sadar bahwa kreatifitas itu penting. Kodratnya perempuan memang di nafkahi oleh suami. Tapi bagi yang belum menikah, apa masih tega meminta pada orangtua? Sedangkan orangtua sudah semakin renta. Apa salahnya ketika kita memiliki kreativitas yang bisa menghasilkan uang? Tentu suatu kepuasan tersendiri.

Saya bercita-cita suatu saat nanti-beberapa tahun lagi, saya ingin membuka butik yang memajang hasil baju jahitan saya. Tentunya saya akan membutuhkan beberapa asisten untuk membantu saya, dan di situlah saya ingin berbagi ilmu dengan mereka yang benar-benar ingin jadi perempun kreatif. Ah, alangkah senangnya jadi kreatif. 🙂

Postingan ini di ikut sertakan dalam kompetisi menulis ‘Menjadi Perempuan Indonesia’ yang di adakan Tribun News.

Cek syarat dan ketentuan di https://www.facebook.com/notes/tribunnewscom/kompetisi-menulis-menjadi-perempuan-indonesia/1394475240608733/

Beautiful Fantasy Worlds HD Wallpaper (9)c229663887ca9f7e94821e91b8983c24

 

 

Advertisements

Review Hey You

16711579-352-k415827

Judul : Hey! You!
Terbit : Mei 2015
Penulis : Pelangi Tri Saki
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama – Teenlit
Cetakan kedua :2016
Editor : Ruth Priscilia Angelina
Proofreader :Dwi Ratih Ramadhany
Desain Cover : Rio Febrianto
Tebal : 200 Halaman ; 20 cm
ISBN : 978-602-03-3666-4
Blurb..
“KAK ILLO SAYANGGG, BANGUN!!!”
Teriakan dari balkon di seberang rumah itu sudah setia menemani hari Zillo sejak bertahun-tahun lalu. Pelakunya? Siapa lagi kalau bukan si bocah upil, Nadira, cewek yang sudah naksir Zillo sejak kecil.
Dan sekarang Nadira masuk ke SMA yang sama dengan Zillo! Cewek itu mengintilinya kemana-mana di hari pertama ospek, nekat nyanyiin lagu romantis yang nggak banget di depan semua anak, serta merusak reputasi Zillo sebagai ketua OSIS tampan dan terkenal. Tahun terakhir Zillo di SMA pun berubah jadi neraka!
Namun, apa benar terasa kayak neraka? Kalau semua itu begitu menyebalkan, kenapa Zillo jengkel waktu ketua ekstrakurikuler naksir Nadi? Kenapa Zillo kesal waktu sahabatnya sendiri berubah jadi posesif sama Nadi? Eh, masa iya dia jatuh cinta sama si bocah upil?! Terus gimana kalau Zillo terlambat sadar bahwa dirinya sudah telanjur jatuh cinta?
***
Jadi Hey You ini bercerita tentang Nadira yang digambarkan sebagai sosok cewek tomboi, ceria, ramah dan pintar. Dengan seorang cowok bernama Arzillo Hermawan-Kak Illo begitu Nadi memanggilnya. Cerita ini berlatar belakang SMA, Nadi kelas 1 SMA dan Zillo kelas 3 SMA. Zillo adalah ketua OSIS, tampan dan sudah pasti banyak penggemarnya.

Banyak yang bilang, kalau cinta itu harus dipertahankan. Nah, Nadi ini adalah salah satu orangnya. Dia rela ngelakuin apapun demi bisa dekat dengan Zillo. Digambarkan bahwa Nadi ini adalah cewek yang cantik, lantas apa yang membuat Zillo tidak menyukainya? Mungkin karena sifat Nadi yang terlalu berlebihan malah membuat Zillo semakin ilfeel.

“But, someday, I’ll make you fall in love with me.” Nadi- halaman 33

Tambahan sifat buat Nadira, punya percaya diri yang tinggi. Coba bayangin, gimana reaksi kalian saat dinyanyikan oleh orang yang kamu hindari di depan para peserta MOS? Belum lagi gadis itu mengklaim Zillo sebagai ‘miliknya’ pasti malu banget kan? Kalau aku sih malu. Ya, walaupun suara Nadi lumayan oke!

Yah, bisa dikatakan bahwa Nadi ini adalah pejuang cinta sejati. Tapi ya, nggak seharusnya buntutin kemana pun si doi pergi kan..

“…Tapi kamar itu kan wilayah pribadi. Dia cewek, aku cowok. Mana ada cewek sembarangan keluar-masuk kamar cowok begitu, unless she’s my sister. Saudara pun sebenarnya nggak boleh sembarangan keluar-masuk, ya kan? Akuilah, Yah, Bun, Nadi tuh udah terlalu banyak masuk ke teritori Zillo. Dan itu bukan tata krama yang pantas!” Zillo-halaman 30

Saking terkenalnya Nadi-pasca menyanyikan lagu Mine karya Petra Sihombing di depan para peserta ospek- banyak penggemar Zillo yang mem-bully. Namun ada juga yang menyukai Nadi, dia adalah ketua ekstrakurikuler karate. Revo. Cowok ini dengan terang-terangan menunjukkan sikapnya bahwa dia menyukai Nadi. Bahkan Revo berniat melamar Nadi di depan papanya. WOW!! Gercep (baca:gerak cepat) banget yah si Revo.

Zillo pun merasakan sesuatu menohok hatinya dan membuat perasaanya semakin tidak menentu jika Nadi dekat dengan cowok lain. Perasaan apakah itu?

“Kayaknya mulai sekarang lo harus lebih waspada, bro.” -halaman 88

Di sisi lain ada Noel yang terang-terangan menunjukkan sikap posesifnya pada Nadi. Sampai pada puncaknya Noel merasa bahwa Zillo sudah benar-benar keterlaluan.

“Gue bisa terima lo ngejar-ngejar dia terus kayak orang gila tiap hari. Tapi gue nggak terima kalau ini udah nyakitin fisik lo kayak begini. Ditambah lo yang malah nyalahin diri lo sendiri. Kesabaran gue udah habis, Nadira.” Noel-halaman 103

Sejak kejadian itu, Nadi memilih untuk menjauh dari Zillo, menghentikan segala aktivitas mengganggu Zillo. Gadis itu merasa bahwa segala perjuangannya tak membuahkan hasil apa pun. Lantas, masihkah Nadi akan bertahan pada pendiriannya untuk tetap mengejar Zillo? Apakah perasaannya akan goyah karena di dekati dengan 2 cowok tampan?

***

17619364_923744261100659_1232238625_n

My Review

Hey You ini adalah buku pertama dari seri You yang ditulis oleh Pelangi Tri Saki. Oh ya, by the way  Hey You ini aku dapatkan dari giveaway blogtour yang di host kak Rizky Mirgawati. Dapetinnya juga nggak mudah lho, karena aku harus rela membagikan ceritaku tentang bagaimana cara menarik perhatian orang yang aku suka. Sebenarnya menceritakan hal-hal tentang orang yang aku suka sih sangat mudah bagiku. Sebab aku selalu bersemangat jika mengingat doi, ups! Kebiasaan curcol. Intinya terima kasih buat kak Rizky Mirgawati dan kak Saki yang sudah memilihku untuk menjadi seseorang yang beruntung mendapatkan hey you.

Back to earth.

Aku suka gaya kak Saki dalam menulis Hey You ini. Ceritanya mengalir apa adanya. Terutama pada tokoh Nadira. Aku suka kelucuan-kelucuan yang di buatnya. Tokoh Zillo yang  cool tapi tetap mau menanggapi kekonyolan Nadi. Revo yang blak-blakan. Noel yang uhh.. bikin gemash! Kalau dilihat dari gerak-geriknya, aku berpikir bahwa Noel punya perasaan lebih sama Nadi. Tapi yang terlihat disini Noel lebih cenderung memposisikan diri sebagai kakak untuk Nadi. Noel tuh, seperti sayap pelindung nya Nadi. Jadi sebenarnya Noel suka nggak ya sama Nadi?

Ide ceritanya cukup sederhana. Dan yang paling aku suka dari cerita ini adalah karena berlatar belakang sekolahan. Entah kenapa, aku selalu suka dengan cerita yang mengambil setting sekolah. Karena kesannya lebih hidup gitu.

Konflik yang tercipta disini nggak terlalu rumit. Semuanya hanya berawal dari kesalahpahaman dimasa lalu. Alur yang digunakan juga alur maju, sehingga keseluruhan ceritanya terlihat lebih jelas setelah sisi masa lalunya terungkap. Ditutup dengan kejutan kecil dibagian ending yang hampir mengubah ekspektasiku.

Aku menghabiskan Hey You dalam sekali baca dan sepanjang itu, tak jarang aku habiskan dengan cekikikan sendiri akibat tingkah konyol Nadira yang bisa dibilang absurd. Saat ada bagian Zillo tersenyum, aku jadi ikut senyum-senyum manja. Soalnya abang Zillo kan pelit senyum.

Beberapa typo yang aku temui.

…. suara yang mirirp seharusnya mirip (Hal 5)

Pengangan, gue mau ngebut,” seharusnya pegangan (Hal 144)

..menyerangnya Nadi seharusnya menyerang (Hal 152)

Itu saja beberapa typo yang tertangkap mataku, selebihnya aku terlalu fokus pada Nadi dan Zillo.

Novel Hey You ini menyiratkan pesan bahwa tidak ada salahnya kita berharap pada orang yang kita cintai, namun cinta itu ada masa kadaluwarsa nya. So, jangan sampai kita terlambat untuk mendeteksi masa aktifnya. #pulsakaliyah

My favorite quote :

green-card-template_ppt_background

Overall, menurut aku 200 halaman itu masih kurang untuk cerita Nadira dan Zillo yang menggemaskan. Eh, tapi ngomong-ngomong ada Damn it’s you yang jadi seri kedua dari trilogi You lho! Jadi bagi kalian pecinta genre teenlit, aku rekomendasikan Hey You untuk kalian baca.

So, 3 bintang cocok untuk Hey You-nya Pelangi Tri Saki. Sukses selalu kak!

star-rating-3

 

 

 

 

 

Review Bad Romance by Equita Millianda

33790697

Judul : Bad Romance

Penulis : Equita Millianda

Ilustrasi sampul : Margaretta Devi
Penyunting naskah : Moemoe dan Irawati Subrata
Penyunting ilustrasi : Kulniya Sally
Desain sampul dan isi : Kulniya Sally
Proofreader : Hetty Dimayanti
Layout sampul dan isi : Tim Redaksi dan Deni Sopian
Tahun Terbit : Cetakan I, November 2016
Penerbit : Pastel Books
ISBN : 978-602-0851-66-2
Tebal : 376 hlm
And the blurb..
Nathaniel Adriano Wirasetya adalah seorang cowok yang hobi banget bikin rusuh seantero sekolah. Mulai dari hal sepele kayak telat, bikin kerusuhan, sampai tawuran. Parah? Banget. Tapi statusnya sebagai cucu pemilik yayasan sekolah bikin semua peraturan menguap gitu aja kalau udah menyangkut nama Nathan. Katya jengah dengan kelakuan sok berkuasa dan sok gantengnya Nathan. Sampai akhirnya Katya berani melawan, tapi justru malah membuat Nathan semakin menjadi-jadi. Sampai pada suatu hari, hari dimana mereka memutuskan untuk membuat sebuah perjanjian paling laknat sepanjang masa. Dan semuanya berawal dari sana.

 

***

Bad Romance menceritakan Katya Elshadira dan Nathaniel Adriano Wirasetya. Awal kedekatan keduanya berawal dari Nathan yang kepergok sedang memalak  anak SMP, namun digagalkan oleh kedatangan Katya yang merasa jengah dengan tingkah sok berkuasa Nathan.

Sebelumnya tidak ada yang berani mengusik Nathan, hanya Katya. Hanya Katya yang berani melawannya. Hanya Katya gadis yang tidak tertarik padanya, saat semua siswi disekolah naksir padanya. Apalagi kalau bukan karena ketampanannya dan statusnya sebagai cucu pemilik yayasan. Hingga muncul sebuah ide untuk membuat sebuah perjanjian dengan Katya yang tidak bisa Katya tolak, walaupun setengah mati Katya ingin menolaknya.

Nathan dan Katya pun resmi berpacaran. Hubungan keduanya berjalan layaknya orang pacaran, Nathan yang menjemput dan mengantarkan Katya pulang sekolah, walaupun sikap Katya masih cuek, jutek dan ketus. Lama kelamaan Nathan merasa semakin penasaran dengan Katya. Dan berniat tidak akan meninggalkan Katya.

Katya enggak perlu tahu apa yang lagi gue lakukan. Enggak perlu sadar, kalau gue berusaha berubah buat dia. Biar orang-orang aja yang lihat kalau gue berubah buat Katya. -Nathan.

Ciee.. yakin Nath mau berubah demi Katya?

Disisi lain Katya yang merasa dirinya tidak tahu apa-apa tentang Nathan pun berusaha mengorek informasi tentang masa lalu Nathan dari Dio-kakak sepupu Nathan. Sampai akhirnya Nathan mengetahui alasan kenapa Katya menjauhinya.

“Lo bodoh, Kat, lo naif. Lo pikir lo bisa nyembuhin gue hanya dengan mengetahui masa lalu gue? Lo pikir lo bisa mencintai gue dengan benar cuma dengan mengetahui masa lalu gue?”

Akankah kisah keduanya berjalan mulus? Bagaimana cara mereka mempertahankan hubungan yang bagaikan gelas yang sudah retak? Bagaimana Katya membangun pondasi yang kokoh untuk membentengi hatinya? Bagaimana cara Nathan mengubur kembali masa lalunya?

***

Novel Bad Romance ini hasil pinjam sama temannya adikku. Aku tertarik dengan review-review dan rating yang para host blogtour berikan saat memandu GA berhadiah novel Bad Romance ini. Yah, walaupun aku belum berhasil mendapatkannya, but dapat pinjaman enggak terlalu buruk kan? Haha. *tutupmuka

Baca dihalaman awal. Alamak! Kok bahasanya begini?! Banyak kata-kata baru yang menurutku enggak tercantum di KBBI atau mungkin itu kata-kata gaul? Contohnya seperti mabur, mabal. Aku harus membaca kelanjutan kalimat demi mengetahui arti dari kata tersebut. Maklum, aku ini orangnya jarang gaul jadi kurang update sama kata-kata gaul jaman sekarang.

Jadi, akupun memutuskan  untuk enggak melanjutkan baca. Karena apa? Ya itu, aku kehilangan selera baca. Beberapa hari kemudian aku paksain mataku buat terbiasa dengan gaya penulisnya. Dan woahh!! Lama kelamaan aku suka. Sampai-sampai aku enggak bisa tutup buku hanya untuk sekedar minum. Karena aku yakin Bad Romance ini akan menguras air mata. Hehe, iya aku tahu, aku orang yang menye.

Makin lama, karakter Nathan yang perusuh, nakal, tengil di Bad Romance ini benar-benar kerasa. Sedangkan Katya, karakter Katya ini easy going. Tapi yang paling aku suka dari sifat Katya ini adalah dia tetap berusaha kuat walaupun hati dan perasaannya hancur lebur. Chemistri diantara keduanya bikin ngiri. Soalnya banyak adegan makan gitu. Ada juga Agatha-kakak Katya- yang sangat menyayangi Katya. Dia adalah pelindung Katya. Sifata Agatha yang protektif itu bikin aku pingin banget punya kakak laki-laki. Lain lagi dengan Dio-kakak sepupu Nathan-yang diceritakan  Katya kegantengannya bak malaikat. Sosok Dio ini benar-benar membantu hubungan Katya dan Nathan. Ibaratnya Dio itu dokter cinta. (Mau dong satu yang kayak Dio) 😀

Alurnya diselingi dengan kisah masa lalu Nathan yang membuat ceritanya semakin menarik. Entah kenapa masa lalu itu selalu menarik untuk ditelusuri ya? Tapi kadang ya itu, ada beberapa orang yang memang tidak suka mengungkit masa lalu. Mungkin karena masa lalunya terlalu kelam. Jadi jangan hanya karena rasa ingin tahu, kita jadi egois untuk ingin tahu masa lalu orang lain.

Satu quotes yang paling aku suka.

Terkadang, seseorang yang paling hati-hati sekali pun bisa melakukan kesalahan yang menghancurkan dirinya sendiri. Bahkan, orang-orang disekitarnya. Dia melakukan hal itu mungkin secara tidak sengaja. Mungkin juga rencana semesta.

Secara keseluruhan, aku suka cerita Nathan dan Katya ini. Walaupun konflik benci jadi cinta sudah mainstream, tapi penulis mengemas cerita ini jadi penuh warna dan emosi sehingga terlihat berbeda. Terlepas dari adanya typo bagiku itu enggak masalah. Karena aku terlalu sibuk untuk ngusap-ngusap air mata. *hiks

Bagi kalian yang suka cerita cinta yang tidak hanya manis saja, melainkan ada bumbu penyedap yang membuatnya semakin lengkap, silakan baca Bad Romance ini. Good job buat Equita Millianda. Ditunggu karya selanjutnya.

4 bintang pantas untuk Bad Romance ini.

Star_rating_4_of_5

 

Review Maps by Radin Azkia

maps_3d-png

Judul: Maps
Penulis: Radin Azkia
Penyunting: Fitria D.
Penerbit: Loveable
Cetak: cetakan ke-4, 2016
Halaman: 372 hlm; 13 x 19 cm
ISBN: 978-602-6922-32-8

 

 

 

 

And the blurb..

“Gue bukannya mau lo jadi perawan tua,” ucap Gellar. Perlahan senyumnya berubah menjadi senyum iba pada dirinya sendiri. “Gue juga sebenarnya gak mau kesepian.” Lanjutnya. “Gue tau itu egois banget. Tapi gue gak punya siapa-siapa. Nanti kalo lo pacaran sama orang, terus gue gak bisa peluk-peluk lo lagi dong? Gue gak bisa tidur sama lo lagi, gue gak bisa ke rumah lo setiap hari, gue gak bisa godain lo lagi. Kalo gue main sama lo terus, nanti cowok lo marah. Terus lo lebih milih cowok lo daripada gue, terus gue sendirian main PS di kamar. Nanti gue bikin mie sendiri, bikin teh sendiri, bangun sendiri. Gue gak mau, Ta. Gue gak mau sendirian.”
Gita terdiam, merasa seperti dirinya di dorong dari jendela apartemen ke lantai dasar.

“Jangan marah lagi ya, Gitgit. Gue minta maaf.”

***

Maps menceritakan tentang sepasang sahabat, Gellar dan Gita. Rumah keduanya pun bersebelahan. Mereka lahir pada tanggal dan tahun yang sama, juga dirumah sakit yang sama. Sampai Vania-mamanya Gita bercerai dengan suaminya dan memutuskan untuk pindah ke apartemen. Hal yang serupa juga terjadi pada keluarga Gellar. Kedua orangtuanya bercerai dan sama-sama sudah menikah lagi. Namun Gellar tetap memilih menempati rumah lamanya dibanding harus tinggal dengan salah satunya.

Walaupun jarak rumah mereka tak lagi dekat, tidak lantas membuat mereka juga berjauhan. Mereka mempunyai kebiasaan rutin, yakni setiap malam Minggu akan menginap dirumah Gellar ataupun sebaliknya. Paginya Gita akan membuatkan teh panas sebagai pengganti sarapan.

“Kalo ada apa-apa, kan ada gue. Nggak usah sok-sok minta tolong cowok lain. Apalagi Dio…” -Gellar (hal 12)

Gellar yang seolah-olah menempatkan dirinya sebagai sayap pelindung bagi Gita, sangat tidak rela jika Gita meminta bantuan pada orang lain. Gellar paling sensitif jika Gita sudah menyebut-nyebut nama Dio. Dio adalah teman dekatnya semasa SMP. Apalagi sampai berhubungan dengan Dio, itu semua karena Gellar mengetahui kelakuan buruk Dio dimasa lalu. Namun bukankah setiap orang akan mengalami perubahan? Hidup itu terus berjalan, tidak selamanya yang buruk akan terus menjadi buruk. Seharusnya Gellar tidak mengungkit-ungkit masa lalu orang lain, sehingga dia terus-terusan menganggap orang lain buruk.

“Ya jelas lah, gue kan suka sama lo. Pasti apa yang lo lakuin ke gue selalu gue inget.” -Dio (hal 88)

Perlakuan manis dan perhatian kecil dari Dio kadang membuat Gita merasa tersipu. Kadang terbersit dibenaknya untuk menjalin hubungan dengan Dio. Namun sekali lagi, Gita masih belum yakin dengan perasaannya.

Disisi lain datang sosok wanita yang dicintai Gellar dimasa lalunya. Bunga. Dia bukan tokoh antagonis yang ingin merusak persahabatan antara Gellar dan Gita. Bunga murni datang sebagai siswi baru. Dan Gellar merasakan euforia yang dulu bangkit lagi dalam dirinya.

Awalnya semua berjalan normal-normal saja. Sampai suatu hal tak terduga membuat keduanya harus berpisah.

Ketika salah satu dari mereka sudah memiliki pasangan, apakah persahabatan mereka akan tetap berjalan seperti biasa? Ataukah salah satu dari mereka akan menjauh? Apakah kisah mereka akan berakhir Happy Ending seperti kebanyakan kisah cinta? Semua jawabannya ada diakhir halaman.

So, baca sampai terakhir ya.

***

Aku sebagai pembaca aktif dunia wattpad (ceilah) sudah sering sekali membaca karya-karya Radin Azkia.

Novel ini mengisahkan tentang friendzone. Namun bukankah sudah sering dikatakan, bahwa tidak ada persahabatan yang murni antara laki-laki dan perempuan, kalaupun ada, mungkin itu hanya beberapa di Indonesia.

Sebelum lihat label dibelakang cover, tadinya aku sempat mengira ini adalah novel dewasa. Maklum, blurb-nya agak begitu. Hehe. Tapi setelah ditelusuri ternyata bukan. *elusdada

Maps menggunakan sudut pandang orang ketiga yang membuat ceritanya terpampang dengan rapi dan enggak bikin bingung.

Menurutku alurnya agak lambat, sehingga konfliknya baru terjadi menjelang bab-bab terakhir. Namun dialog-dialog antara Gita dan Gellar cukup menghibur dan mengalir apa adanya, seperti aku ikut terlibat dalam percakapan.Aku suka dengan jokes yang dilontarkan Gellar, membuat ceritanya hidup dan khas banget anak SMA. *jadikangenSMA

Beberapa kutemui typo yang masih wajar dan manusiawi. Yang masih menjadi misteri bagiku adalah apa kaitannya judul dengan isi ceritanya? Mungkinkah MAP yang ditemukan Gita dikamar Ibunya? Entah aku yang kurang fokus atau ada maksud lain dari judul itu. Yang pasti aku enggak menemukan maksud dari judul tersebut.

Ending-nya yang tak terduga benar-benar bikin melongo. But, aku suka banget.

Ada satu quote yang paling aku suka.

“Kalo orang yang lo butuhin nggak ada, lo bisa hubungin gue kok.”

Coba tebak, itu kata-katanya siapa? So sweet banget, seolah-olah dia itu siap menjadi cadangan. Hmm..

Overall, aku suka cerita manis khas SMA ini. Bagi kalian yang ingin novel dengan latar belakang SMA dan dialog yang khas anak gaul, wajib baca ini. Apalagi yang terjebak friendzone, tidak semuanya berakhir menyedihkan kok.

3 bintang cukup untuk cerita manis Radin Azkia. Ditunggu karya selanjutnya.

star-rating-3

 

Chanyeol dalam So I Married The Anti-Fan

42c926521f305a6011f5f887a3317b1c

Park Chanyeol berperan sebagai Hu Joon dalam film So I Married The Anti-fan. Novel ini merupakan jembatan pertama saya dalam mengenal penerbit Haru. Maka dari itu novel ini sangat berkesan bagi saya. Bahkan dalam setiap lembarnya. Karena saya terlalu bersyukur bisa diberikan kesempatan mendapatkan novel ini dengan tanpa biaya alias gratis.

Disini saya memilih Hu Joon sebagai tokoh yang saya sukai. Hu Joon diceritakan sebagai artis papan atas di Korea yang digandrungi oleh para remaja wanita. Tak salah, karena Hu Joon memang memiliki wajah yang tampan namun terkesan dingin, cocok sekali dengan wajah rupawan milik Park Chanyeol.

Hu Joon yang bersifat keras kepala, ketika ibunya melarangnya untuk menjadi seorang artis. Ia nekad meninggalkan Alaska dan Ibunya demi mengejar impiannya. Tapi sekeras apapun sifat, suatu saat pasti akan melunak.

Saya dibuat tersenyum-senyum ketika menikmati setiap lembar novel ini. Yang pastinya pada karakter Hu Joon yang sok jual mahal. Sebenarnya bukan jual mahal, dia memang dituntut untuk jadi orang lain ketika menjadi artis. Yah, memang begitu kan pada kenyataannya? Kebanyakan memang dituntut untuk perfeksionis dalam segala hal. Tidak boleh terlihat kekurangan sedikitpun. Sampai-sampai saking tenarnya banyak artis yang lupa darimana dirinya berasal.

Karakter Hu Joon yang perhatian namun tertutupi dengan sikap dinginnya. Saya suka saat Hu Joon bersikap apa adanya-menjadi dirinya sendiri-saat hanya bersama Geun Yong. Saat mereka menikmati jajanan pinggir jalan dan beberapa kaleng minuman bersoda. Sampai pada akhirnya Hu Joon sadar, kepopularitasannya memang membuat dirinya puas, namun tidak pada hatinya. Karena sebagian hatinya tertinggal di Alaska.

Overally, saya suka dengan tokoh Hu Joon.

Saat kau memutuskan membenci seseorang, maka kau harus bersiap jika suatu hari kenyataannya akan berubah 180 derajat. Bisa saja orang yang sangat kau benci itu adalah orang yang pada akhirnya kau cintai, bahkan mungkin saja kau akan berkorban sangat banyak untuk kebaikannya. Karena pada dasarnya, manusia tak akan tahu takdir apa yang harus diterimanya.

c229663887ca9f7e94821e91b8983c24

Sampai jumpa 🙂